SOSIALISASI TENTANG SISTEM INFORMASI KINERJA PENYEDIA (SIKaP) BESERTA SISTEM E-LELANG CEPAT DAN PENGINPUTAN DATA PENYEDIA DI APLIKASI SIKaP KOTA SALATIGA TAHUN 2019

Salatiga – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dari Penyedia jasa dan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Salatiga dalam hal pengadaan e-Tender Cepat dan aplikasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) maka diperlukan adanya kegiatan Sosialisasi tentang Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) beserta Sistem e-Lelang Cepat dan Penginputan Data Penyedia di Aplikasi SIKaP Kota Salatiga.

Sumber dana kegiatan Sosialisasi tentang Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) beserta Sistem e-Lelang Cepat dan Penginputan Data Penyedia di Aplikasi SIKaP Kota Salatiga  ini menggunakan Anggaran Perubahan Tahun  2019.

Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi tentang Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) beserta Sistem e-Lelang Cepat dan Penginputan Data Penyedia di Aplikasi SIKaP Kota Salatiga adalah guna memberikan gambaran informasi dan penjelasan tentang aplikasi pengadaan yang sedang dikembangkan oleh LKPP yaitu aplikasi e-Tender Cepat. Pelaksanaan  e-Tender cepat dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP), SIKaP adalah aplikasi berbasis Web yang memuat data atau informasi kinerja penyedia meliputi: identitas pokok, ijin usaha, pajak, akta pendirian, pemilik, tenaga ahli dan pengalaman.

Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi tentang Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) beserta Sistem e-Lelang Cepat dan Penginputan Data Penyedia di Aplikasi SIKaP Kota Salatiga  dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 November 2019 bertempat di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Salatiga.

Peserta Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi tentang Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) beserta Sistem e-Lelang Cepat dan Penginputan Data Penyedia di Aplikasi SIKaP Kota Salatiga  adalah sebanyak 75 orang yang terdiri dari POKJA ULP dilingkup Kota Salatiga sebanyak 35 orang dan Penyedia Jasa (Konsultan dan Kontraktor) sebanyak 40 orang.

Sebagai Narasumber Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi tentang Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) beserta Sistem e-Lelang Cepat dan Penginputan Data Penyedia di Aplikasi SIKaP adalah sebagai berikut :

  1. Materi Pengenalan Aplikasi SPSE disampaikan oleh Nurgianto, ST, MT
  2. Materi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP) beserta Sistem e-Lelang Cepat dan Penginputan Data Penyedia di Aplikasi SIKaP disampaikan oleh narasumber dari LKPP yaitu Ibu Alina Mahardhika Puspa.
Sharing is caring

“Pemkot Salatiga Buka Pelayanan Pembersihan Lumpur Tinja Bertarif Murah ”


Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat meluncurkan pelayanan jasa pembersihan lumpur tinja bertarif murah di rumah dinas Wali Kota Salatiga, Selasa (23/7/2019)

SALATIGA – Pemkot Salatiga membuka pelayanan jasa pembersihan sapiteng WC kepada warga dengan tarif murah, yakni Rp40.000 per meterkubik. Pelayanan ini ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Kepala DPUPR Kota Salatiga Agung Hindramiko mengatakan, Pemkot Salatiga telah membentuk tim teknis instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT). Tim teknis IPTL ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Salatiga Nomor 62 Tahun 2016. Dalam perwali tersebut juga diatur mengenai perincian tarif pelayanan jasa pembersihan sapiteng WC.

“Tarifnya pembersihan sapiteng ditetapkan Rp40.000 per meterkubik. Pengguna jasa juga dibebani biaya transportasi per kilometer Rp5.000,” katanya, Selasa (23/7/2019).

Dia menjelaskan, besaran retribusi transportasi ini dihitung berdasarkan jarak dari rumah ke tempat pembuangan akhir di kawasan Ngronggo, Kumpulrejo, Argomulyo.

“Jadi besaran retribusi transportasi tiap warga pengguna jasa layanan ini tidak sama. Tergantung jaraknya. Jika lebih dekat tentunya lebih murah. Besarannya tinggal kalikan saja, panjang jarak kali Rp5.000 per kilometer,” terangnya.

Menurut dia, pembentukan dan pengoperasionalan IPTL ini untuk menangani pencemaran air tanah. Sebab air tinja yang dalam kurun waktu lima sampai 10 tahun tidak disedot atau dibuang ke IPTL akan mencemari air tanah. Dengan demikian, air tersebut tidak bisa digunakan warga untuk keperluan sehari-hari.

“Disisi lain juga untuk menggali potensi PAD (pendapatan asli daerah). Estimasi kami, potensi PAD pelayanan pembersihan lumpur tinja mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun,” tandasnya.

Sumber : https://jateng.sindonews.com/read/7179/1/pemkot-salatiga-buka-pelayanan-pembersihan-lumpur-tinja-bertarif-murah-1563872837

Sharing is caring